"" THE ROAD NOT TAKEN: May 2009

Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tuesday, 26 May 2009

Coping with Grief and Loss

At some point in life, everyone loses someone they feel especially close to and we enter into grieving. The loved one can be a parent, child, spouse, dear friend, or even a beloved companion animal.

The grieving that follows a loss is real, and can be very painful.


While it may be tempting to deny grieving in an attempt to avoid the pain, it's much healthier to accept those feelings of pain and loss, and to work through the grieving process in an intentional way. Here are five steps that can help you get through grieving in a healthy way.


1. Learn to accept that your loss is real.


For many people who are grieving a loss, the first impulse is to deny the loss. Grieving denial can range from downplaying the loss, as if it's not important, to having the delusion that the person or pet is still alive.


It's often easier for people who are greiving to have an intellectual understanding of the death (the person or pet is physically gone) than an emotional understanding (the loved one is not coming back). So the first task for the grieving person is accepting that the loved one is really gone.


2. Make it OK to feel the pain.


The pain of grieving can be both emotional and physical, and unfortunately there's no way to avoid it. Denying the pain of grieving can lead to physical symptoms and can also prolong the grieving process.


Some people try to avoid grieving pain by being busy or traveling; others try to minimize grieving their loss by idealizing the loved one or refusing to allow negative thoughts about the loved one enter their minds. Some grieving people use drugs or alcohol to deaden the pain.


Feeling the pain of grieving is difficult, but it's an important step toward healing.


3. Adjust to living without the deceased.


When a loved one dies, we also lose the part of our lifestyle that included the deceased. So while we are grieving for the loved one, we are also grieving for the parts of our life that will never be the same. Sometimes it can take a few months following the death for this realization to sink in.

For example, if a man's wife dies, he misses her physically and emotionally, but he may also have lost a dear friend, sexual partner, golfing buddy, and fellow grandparent. Part of his grieving will naturally include missing the parts of his life that have changed because of her death.


When a beloved pet dies, we miss the companionship and the love, but we can also miss having a special friend to come home to, walks in the park, playtime, riding in the car, or other activities we shared.


Grieving the loss of shared activities can feel as painful as grieving for the person or pet. So it's a natural tendency for some people to feel that their lives are more empty following a loss. This is a normal feeling for a time, but part of the grieving and healing process includes acceptance, and shifting our focus to include other people and activities.


This opens the door to finding new opportunities for love and companionship.


4. Find a safe place in your heart for your loved one, and allow yourself to move on.


This task can be especially hard for a grieving person because it can feel at first that you're being disloyal when you start to think about enjoying a life that doesn't include the deceased.


It's likely that memories of the loved one will stay with you throughout your life, and sometimes, even years after the death, you may feel a stab of pain when you think about the beloved person or pet that was so important to you.


When this happens, it's important to remind yourself that it's a normal part of the grieving and healing process. Allow yourself to have these feelings.


Learning to cherish a memory without letting it control you is a very important step in the grieving process. By finding a special safe "place" for that person, you can heal from grieving and move back into your life. You begin to find joy in new experiences, and you can take comfort in the knowledge that you keep your cherished memories with you, wherever you go.


The "place" where you decide to keep your memories is up to you. You can visualize tucking your loved one into a space in your heart, or you can keep a box of cherished photos or momentos. Perhaps you'd like to find a special tree or nature setting that you can revisit. Give some thought to where you'd like to hold memories of your loved one.


The important thing is learning how to cherish a memory without getting stuck there.


5. And finally, what do you do with the love that you feel?


For many people, the hardest part of losing a loved one and grieving that loss is figuring out what to do with all the love they feel for the person or pet who is gone.


Remind yourself that you don't have to stop loving someone just because he or she is no longer with you. When a memory pops up, send a loving thought and know that you are loved in return. You may find comfort in this, and the strength to continue on in your journey.


Dear Di,

I was deeply saddened to hear about your loss. I know how difficult this must be for you. Be strong to endure this. May God bless you and your family during this time and always - NAZ


Sunday, 17 May 2009

Mungkin Tuhan Mau Saya Berehat

Lumpuh, hati dan juga jiwa itu terlalu sakit. Sehingga apa sahaja yang mahu ditulis, mahu dikata tersekat di kerongkong, tersekat di jari.

Maaf, untuk sementara ini hati dan jiwa saya lumpuh. Letih barangkali, ataupun Tuhan mahu saya berehat barang sebentar.

Saturday, 16 May 2009

SELAMAT HARI GURU, KASIH (Oh! Itu catatan hampir satu setengah dekad yang lalu)

"Hari ini saya dapat banyak hadiah," kata cikgu perempuan itu tersenyum. Biarpun hanya dalam telefon.

"Hadiah sempena hari guru?" tanya suaminya.

Cikgu perempuan itu tidak menjawab terus, dia hanya tersenyum. Kemudian dia berkata, "Saya dapat hadiah tisu dan syampu dari pelajar saya."

"Awak dapat tisu dan syampu?" ujar suaminya menggaru kepala.

"Ya, dan semuanya di bungkus rapi cuma saya boleh merasainya dengan tangan."

"Merasainya dengan tangan? Awak tidak buka lagi hadiah itu?"

"Tidak, saya tunggu abang datang ke sini. Saya hendak tunjukkan hadiah pelajar-pelajar saya kepada abang."

Si suami tersenyum dan dia berkata lagi, "Mesti sambutan hari guru di sekolah awak meriah."

"Sekolah kami tidak menyambut hari guru. Hari ini seperti hari-hari biasa persekolahan," ujar isterinya.

"Mengapa?" Suaminya bertanya, dahinya terlihat berkerut.

"Sekolah ini tidak ada dewan."

"Mengapa tidak buat di padang?"

"Sekolah ini di dirikan di pinggir ladang dan jalan-jalannya hanyalah kerikil kasar. Abang lupa barangkali saya mengajar di sekolah pedalaman. Di perkampungan peneroka. Tapi itu tidak penting kerana pelajar-pelajar saya walaupun hanya anak-anak peneroka dan buruh, mereka masih mengerti apa itu Hari Guru. Hari untuk meraikan guru mereka. Cuma mungkin tidak seperti anak-anak di bandar, tapi itu memberikan saya semangat untuk berada di sini dan semangat di saat abang tiada di sisi," jawab isterinya. Senyuman masih terukir di bibir.

Wednesday, 13 May 2009

Sajak Untuk Guru

Bersempena Hari Guru yang bakal tiba, disenaraikan beberapa sajak yang ditujukan kepada para guru untuk tatapan dan renungan bersama.


Abadi Dalam Harum Nama

Guru pendidik mulia
sudah berabad lalu
bermandi keringat
meniti gigi hari
mendaki puncak tinggi
di merata lurah dan denai
menabur bakti
tanpa mau dipeduli.

Guru pendidik mulia
bukan untuk dipuja
atau di dewa-dewa
siang dan malarnnya
adalah perjuangan jua
rela meluah bahagia
menelan duka nestapa
dengan senyum dan takwa
biarpun sayup di hutan belantara.

Guru pendidik mulia
laksana kuntum kembang mekar
memuncak nama pembela sejahtera
abadi dalam harum nama.

Ismala
1988


Bunga Sirih untuk Guru

Guru adalah Ibu pengasuh budiman
guru adalah ratu lebah
lalu memujuk membelai kelopak
cinta kasih sayang
lilinnya berbunga sinar cahaya
madunya berbunga penawar jiwa.

Guru adalah penyu pengasih
lalu menabur bunga telur
baktinya segar mewangi
sepanjang pantal zaman.

Guru adalah lampu penyuluh
pedoman kehidupan
guru adalah pendakwah
lalu mengikut jejak Nabi Muhammad
memimpin insan
ke jalan lurus ke padang luas.

Bunga sirih bunga pirtang
terima kasih terima savang
budi bicara guru berjasa
kami sanjung tinggi.

J.M. Aziz
Rumah Puisi
Seberang Takir
Kuala Terengganu


Dia Seorang Guru

Dia seorang guru tua sebuah sekolab
terdidik dalam negeri tanpa berjela ijazah
penunggu setia sekolah desa bukan cuma ganiaran upah
tidak juga mengharap kemilau gelar dan anugerah
sekadar kerelaannya menggenggam suatu amanah

yang mengangkat harga diri dan maruah
dengan berbekalkan keyakinan dan hikmah
dengan kelkhlasan had dan pasrah
dengan tidak mengenal jemu dan penat-lelah
yang diperkirakan kepuasan diri membangun ummah
berlandas paksi yang jelas dalam tuju-arah.
Dia seorang guru pengganti ayah ibu
dia seorang guru pembentuk generasi baru
dia seorang guru pembina insan sepadu
dia seorang guru pewaris tamadun ilmu
yang terus hidup sepanjang waktu
diimbau berbunyi dilihat bertemu.

Ismail Haji Adnan
1989


Guruku

Seperti lilin
sewaktu waktu akan cair
gugur lalu membeku
sepi pun datang menutup pandang
tinggallah waktu
mengakhiri seJarah panjangnya.

Seperti engkau
sewaktu waktu penyuluh hidupku
betapa dalam kegelapan maya
engkau perkenalkan daku dengannya
suria dan bintang cakerawala
sehingga seluruh jagatraya ini
tiba-tiba menjadi milikku.

Kehadiranmu adalah suatu fitrah
lepas itu, engkau kutinggalkan
kukira engkau kesepian kini
mengakhiri sisa-sisa hidupmu
tanpa belaian kasih
ratusan anak-anakmu
yang telah engkau berikan obor.

Dan pagi ini kudakap wajahmu dalam kenangan
seorang anak yang pernah engkau lukai
kini pencintamu paling setia
sehingga ke akhir hayat.

Zam Ismail
Seremban
1985


Jasamu Dikenang

Segala bakti yang engkau curahkan
mengajar mendidik anak bangsa
segala jasa yang engkau taburkan
menjadi kenangan tak akan kami lupakan.

Engkau laksana pelita di malam gelita
memancarkan sinar sepenuh rela
jiwamu tabah hatimu cekal
kasihmu sud semangatmu berkobar
yang tak pernah mengenal erti putus asa
yang tak pernah meminta puji dan puja.

Jasamu tak akan luput dalam ingatan kami
sepanjang hayat mekar di sudut had
tiap sepatah katamu mengisi erti
tiap madahmu mengandungi hikmat
pembentuk peribadi penegak kebenaran
pengatur hidup petunjuk kebahagiaan.

Hanya kata-kata ini yang dapat kami lafazkan
terkumpul dari seribu hati menjadi satu
menadah tangan dengan doa restu
kepada Tuhan yang menjanjikan pembalasan
kepadamu guru-guru yang berjiwa mulia
pembimbing petunjuk ke arah maju jaya.

Jujur dan ikhlas engkau berbakti
di kota dan desa atau di huj'ung negeri
cekal dan tabah menempuh dugaan
hidupmu bagalkan pelita di tengah malam
membakar diri menerangi yang kelam
jasamu akan karra kenang sepanjang zaman.

Ahmad Sarju
Klang
1988


Pelita Sebuah

Dengan sinar cahaya
di malam gelita
kelip-kelip warnanya
menerangi kamar alam
sekian lama malam
merantai kegelapan
akhlrnya kukenal siang
berwajah suram
alangkah indahnya cluma
kuhhat di dalam terang.

Pelita sebuah
membawa cahaya ilmu
hutan menjadi terang
gua malam
bercahaya api
lautan menjadi tenang
gelombang clan karang
dapat direnang
kujelajahl malam
tanpa bimbang.

Ami Masra
UPM Serdang
1988


Guru oh Guru

Berburu ke padang datar,
Dapat rusa belang kaki;
Berguru kepalang ajar,
Ibarat bunga kembang tak jadi.

Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum menjadi dewasa.

Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetlaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.

Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di lbu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakill seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.

Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulang ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

Usman Awang
1979

Tuesday, 12 May 2009

TEMA HARI GURU MALAYSIA

2009 Guru Pembina Negara Bangsa


2008 Guru Cemerlang Negara Terbilang


2007 Guru Penjana Modal Insan Gemilang


2006 Pendidikan Bestari Pemangkin Kegemilangan


2005 Guru Berkualiti Pemangkin Kegemilangan


2004 Guru Berkualiti Pemangkin Kegemilangan


2003 Guru Berkualiti Aspirasi Negara


2002 Guru Berkualiti Aspirasi Negara


2001 Memartabatkan Profesion Keguruan Tanggungjawab Bersama


2000 Bersatu Memartabatkan Profesion Keguruan


1999 Guru Berkesan Pendidikan Cemerlang


1998 Guru Penyemai Tanggungjawab Bersama


1997 Guru Bestari Sekolah Bestari


1996 Guru Malaysia Teras Pendidikan Bertaraf Dunia


1995 Permuafakatan dan Perpaduan Menjayakan Wawasan


1994 Guru Inovatif dan Kreatif Menjayakan Wawasan


1993 Guru Inovatif dan Kreatif Menjayakan Wawasan


1992 Guru Cemerlang Teras Kejayaan Wawasan


1991 Ke Arah Pendidikan Cemerlang


1990 Pendidikan Bermutu Masyarakat Sejahtera


1989 Guru Pembina Budaya Ilmu


1988 Guru Pengasas Budaya Membaca


1987 Pendidikan Ke Arah Kesejahteraan Insan


1986 Pendidikan Teras Nasionalisme


1985 Guru dan Masyarakat Asas Kemajuan Pendidikan


1984 Kepimpinan Berteladan Kesempurnaan Pendidikan


1983 Kepimpinan Berteladan Teras Pendidikan


1982 Ke Arah Kecekapan Guru Dan Pendidikan Bermutu


1981 Pengorbanan Guru Kejayaan Rakyat


1980 Pendidikan Teras Perpaduan Negara


1979 Murid Sejahtera Negara Jaya


1978 Guru Pembentuk Generasi Akan Datang


1977 Dedikasi dan Disiplin Asas Kemajuan Pendidikan


1976 Pendidikan Moral Dalam Zaman Kemajuan Pendidikan


1975 Guru dan Pembangunan Negara


1974 Peranan Guru Dalam Zaman Sains dan Teknologi


1973 Kerjasama Ibu Bapa Untuk Kemajuan Pendidikan


1972 Peranan Guru Dalam Pembangunan Negara

Sunday, 10 May 2009

Sajak Untuk Seorang Ibu

Aku masih ingat
dan akan terus ingat
sehingga akhir hayat
dulu engkau banyak menderita

aku masih ingat
dulu engkau banyak menangis
aku masih ingat
dulu engkau banyak berkorban
apa saja

aku masih ingat
dulu engkau berbalut ketabahan
membesarkan aku mengenal kemanusiaan
aku masih ingat
dulu engkau berlantaikan semangat
mengasuh aku menjadi insan beriman

aku masih ingat
dulu engkau berdinding kegigihan
mendidik aku menjadi anak soleh

aku masih ingat
dulu engkau merumahkan setia
memelihara aku dengan kasih sayang
menjadi manusia berguna

aku masih ingat….
aku masih ingat….
tak kan mudah aku lupa
karena jasamu tak terbalas semuanya
karena tak terenang sepenuhnya
di laut budimu

ibu……..!!!!
aku masih ingat
mengucapkan terima kasih
dan akan terus ingat melafazkannya
sehingga akhir hayat
aku masih ingat
segala yang murni itu…

Monday, 4 May 2009

Semakan Tawaran Masuk Ke Tingkatan Enam Bawah Tahun 2009

Semakan Tawaran Kemasukan Ke Tingkatan Enam Bawah Bagi Tahun 2009 boleh dibuat mulai 6hb Mei 2009. Semakan ini boleh dibuat melalui :


1. Semakan Tawaran Kemasukan ke Tingkatan Enam <<< sila klik


2. Semakan SMS : Taipkan

  • MOE(jarak)T6(jarak)KP(jarak)[No KP] -atau-
  • MOE(jarak)T6(jarak)AG(jarak)[No Giliran] -->hantar ke 15888

Sunday, 3 May 2009

My next project would be...

If you drive at night along the Terengganu coastal road between May and December, look past the coconut trees and beyond the waves. You will see a long row of lights. Chances are you are looking at the lights of the squid jiggers or in Terengganu slang, candat sutong.


If the Northern and Southern Hemisphere have four seasons and Malaysia has two (wet and wetter), Terengganu has many seasons. Not just a time to be sowing but a time to mukat bilis (netting the anchovy), mengail kerisi (fishing) tenggiri or other fish in season and a time to candat sutong (squid jiggling).


Fishermen will leave as early as 3 pm to scramble for the choicest lubok, where the most squids congregate.


Soon after night falls, the fluorescent lights, powered either by a generator or an auto battery (wet cells) will be switched on to attract the squids (or calamari, if you haunt Italian restaurants). The fishermen use multiple hooks (the candat) with fish bait or they use a jig made of lead with 10 hooks embedded. This is called a "twist" by the locals. The candat and the twist are both attached to a separate fishing line, usually nylon.


During the candat season, squids are easily caught. Depending on the lubok, the fishermen can catch between 40 to 100 kg of squids per night. The squids hardly put up a fight although they are known to hose you with their black ink as soon as you get them on the boat.


Mostly the squids are the straight torpedo type called torok (male) and the sotong tupat (female, with eggs). Sometimes you can get the big sutong katok and during the day, you might hook a sutong mengabang, which is shorter and fatter than the torok or sutong tupat. There is another sutong which Terengganu people call sutong kereta. It was much, much later that I found out that it was actually kurita or octopus.



If you are interested in experiencing candat sotong and you are not sea sick, contact your friendly travel agent. There are packages starting from RM210 per person (in Kuala Terengganu).

Friday, 1 May 2009

Semakan Status Permohonan Ke IPTA Lepasan SPM / Setaraf Sesi 2009 / 2010 - Mulai 1 Mei

Semakan status permohonan kemasukan ke Institusi Pengajian Tinggi Awam (IPTA) bagi lepasan Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) atau yang setaraf dengannya boleh dibuat mulai 12 tengah hari Jumaat (01/05/2009).

Kementerian Pengajian Tinggi dalam satu kenyataan berkata status boleh disemak melalui:
  1. Talian Helpline: 03-88835848, Hotline: 03-88835858,
  2. Laman web: http://upu.mohe.gov.my, www.jpt.utm.my dan http://jpt.uum.edu.my
  3. SMS - taip: UPU RESULT (jarak) Nombor KP dan hantar ke 15888.

"Calon boleh mencetak surat tawaran melalui laman web IPTA mulai 4 Mei ini dan pihak IPTA akan mengeluarkan surat tawaran rasmi kepada calon yang berjaya pada tarikh yang sama," kata kenyataan itu.

Mulai sesi akademik 2009/2010, semua calon yang berjaya wajib membuat pengesahan setuju untuk menerima tawaran dari IPTA dalam tempoh tujuh hari pada atau sebelum 10 Mei dan pengesahan penerimaan tawaran boleh dibuat melalui laman web IPTA.

Tarikh pendaftaran baru ke IPTA adalah 28 Jun ini, bagaimanapun pendaftaran pelajar ke Program Asasi akan dimaklumkan oleh IPTA berkenaan melalui surat tawaran.

Kementerian juga bersetuju melaksanakan dasar tawaran terbuka dengan pelbagai institusi dan agensi penaja yang menawarkan program pengajian tersebut, justeru ramai calon cemerlang SPM 2008 akan menerima lebih daripada satu tawaran.

"Pemohon yang berjaya perlu membuat keputusan yang bijak dan tepat serta mendaftar ke program yang dipilih mengikut jadual yang ditetapkan. Bagi pemohon yang tidak berjaya ke IPTA tetapi menerima tawaran ke institusi lain dinasihatkan mendaftar ke program berkaitan kerana tawaran tempat ke IPTA adalah terhad," kata kenyataan itu.

Hanya calon gagal menerima sebarang tawaran ke IPTA dibenarkan mengemukakan rayuan melalui aplikasi e-Rayuan ke Bahagian Pengurusan Kemasukan Pelajar, Jabatan Pengajian Tinggi dalam tempoh 10 hari bekerja selepas keputusan rasmi permohonan kemasukan ke IPTA diumumkan melalui http://upu.mohe.gov.my.

Tarikh tutup permohonan e-Rayuan adalah pada 15 Mei dan keputusan rayuan akan dimaklumkan pada minggu ketiga Julai.

Jika tiada sebarang tawaran diterima dari IPTA sehingga 31 Julai maka rayuan mereka dianggap gagal.

Semoga Berjaya